Mitos dan Fakta Seputar Program Bayi Tabung

Mitos-dan-Fakta-Seputar-Program-Bayi-Tabung

Fertilisasi merupakan hal yang wajar bagi setiap makhluk hidup, tak terkecuali manusia. Pasangan suami istri bisa dikatakan tidak subur atau infertilitas jika selama setahun belum ada tanda-tanda kehamilan, dengan catatan mereka melakukan hubungan suami istri secara rutin tanpa kotrasepsi. 

Perlu anda ketahui, jika penyebab terjadinya infertilitas justru kebanyakan dari wanita. Dari 100% permasalahan infertilitas, 40% diantaranya disebabkan oleh wanita, 30% oleh pria, dan sisanya adalah penyebab infertilitas pada keduanya yang tak bisa dijelaskan. Ada beberapa fakta dan mitos seputar IVF selain yang telah disebutkan di atas yang perlu anda ketahui. 

Mitos Seputar Bayi Tabung (IVF) 

1. Bayi tabung berhubungan dengan kanker ovarium 

Pernyataan tersebut adalah mitos belaka, sebab program kehamilan IVF sama sekali tidak menyebabkan kanker ovarium. Hal ini dibuktikan pada sebuah studi yang diterbitkan dalam Cochcrane Database of Systematic Reviews pada tahun 2013 yang melibatkan 180.000 perempuan. Dari studi tersebut mendapatkan hasil bahwa tidak ada satupun bukti yang meyakinkan bahwa ada peningkatan resiko tumor ovarium pada wanita yang melakukan perawatan kesuburan. 

2. Meningkatkan resiko kanker payudara 

Secara fakta, hal tersebut tidaklah benar. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam JAMA: Journal of the American Medical Association yang meneliti pada 25.108 wanita di Belanda antara tahun 1980 hingga 1995 yang sebagian wanita tersebut melakukan program IVF. Hasilnya mereka tidak lebih beresiko terkena kanker payudara daripada wanita lainnya. 

Fakta Seputar Bayi Tabung (IVF) 

1. Ibu hamil rentan terhadap pembekuan darah 

Hal ini benar adanya. Menurut dr. Shahin Ghadir, pakar endokrinologi reproduksi dari Southern California Reproductive center bahwa wanita yang mengalami peningkatan estrogen baik secara alami atau obat IVF, akan lebih beresiko mengalami pembekuan darah. 

Namun, meski begitu beliau juga memastikan bahwa program IVF sangat aman dan memiliki resiko yang sangat minim. Di indonesia juga terdapat klinik fertilitas terkemuka di Indonesia bernama BocahIndonesia yang akan menjamin keamanan proses bayi tabung (IVF). 

2. Pasien IVF mungkin akan mengalami kompilasi kehamilan 

Pernyataan ini dikuatkan oleh dokter Meike Uhler dari Fertility Center Illinois yang mengatakan bahwa dalam proses IVF dokter akan terus memantau pasien untuk melihat adanya kompilasi kehamilan seperti gestational diabetes, tekanan darah tinggi, dan kemungkinan bayi lahir prematur. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mitos dan Fakta Seputar Program Bayi Tabung"

Posting Komentar